Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba PTBA Ambles 50% di Kuartal I 2025, Tekanan Harga Batu Bara Jadi Biang Keladi

Laba PTBA Ambles 50% di Kuartal I 2025, Tekanan Harga Batu Bara Jadi Biang Keladi Kredit Foto: Unsplash/Vladimir Patkachakov
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja keuangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tertekan di tiga bulan pertama 2025. Emiten anggota MIND ID ini membukukan laba bersih sebesar Rp 391,48 miliar pada kuartal I 2025, anjlok 50,5% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 790,9 miliar.

Penurunan laba bersih ini terjadi di tengah pertumbuhan tipis pendapatan. Pada kuartal I 2025, PTBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 9,96 triliun atau naik 5,9% dari Rp 9,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, tekanan dari sisi harga jual dan beban operasional membuat margin keuntungan menyusut signifikan.

Baca Juga: Laba DFI Tembus Rp27 Miliar di Kuartal I 2025, Guardian dan IKEA Jadi Penopang Utama

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) PTBA juga melorot dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 1,05 triliun atau turun 30%.

Padahal, volume penjualan batu bara justru naik 7% menjadi 10,28 juta ton, dibanding 9,7 juta ton pada kuartal I 2024.

Kinerja ekspor menjadi penopang utama, dengan lonjakan 34% menjadi 5,09 juta ton. Penjualan domestik relatif stagnan di angka 5,19 juta ton.

Namun, lonjakan volume belum mampu mengompensasi penurunan harga jual. Rata-rata indeks harga batu bara ICI-3 tercatat hanya USD 69,37 per ton, ambles 12% secara tahunan.

Harga batu bara acuan Newcastle juga melemah 17% ke level USD 104,56 per ton. Bandingkan dengan kuartal I 2024, saat ICI-3 masih di USD 78,86 dan Newcastle di USD 125,76 per ton.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi tekanan tambahan. Rata-rata harga BBM mencapai Rp 15.127 per liter, naik 10% dari tahun lalu, seiring dengan naiknya konsumsi akibat peningkatan volume produksi dan angkutan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya