Respons Cepat Pemerintah Penuhi Akses Listrik dan Sarana Memasak Masyarakat Pascabencana
Kredit Foto: Dok. BPMI
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons cepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatera, khususnya bagi keluarga yang kehilangan akses listrik dan sarana memasak.
Hal tersebut ditunjukkan dengan pengiriman bantuan kemanusiaan berupa 1.000 unit genset serta 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang untuk warga terdampak bencana banjir.
Baca Juga: Sediakan Fasilitas Transportasi Ramah Perempuan dan Anak, Menteri PPPA Apresiasi Pemprov DKI
Genset itu ditujukan untuk 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh yang hingga kini belum dialiri listrik.
Pengiriman genset menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Sementara bantuan kompor gas dan kelengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo agar cepat tiba di lokasi tujuan.
Ini disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Hari ini atas arahan Presiden Republik Indonesia, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5-7 KVA. Selain rumah, bantuan genset ini juga dipergunakan untuk melistriki saudara-saudara yang masih ada di tenda-tenda pengungsian agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas listrik," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Selasa (3/12).
Bahlil menekankan bahwa genset merupakan solusi sementara bagi wilayah yang infrastruktur kelistrikannya mengalami kerusakan dan belum dapat dipulihkan karena kondisi genangan air. Meski jaringan tegangan tinggi di beberapa titik sudah terkoneksi kembali, sejumlah daerah masih menghadapi masalah pada jaringan rendah sehingga belum bisa menerima pasokan listrik normal.
"Kita tahu semua bahwa listrik khususnya di Aceh secara tegangan tinggi itu sudah terkoneksi baik dari backbone Sumatra maupun Arun dan Biereun, Nagan Raya, itu semua sudah terkoneksi. Tetapi kita tahu bahwa kondisi untuk jaringan rendahnya masih banyak daerah-daerah yang belum bisa kita masuki. Ini terjadi karena infrastruktur yang belum selesai," lanjutnya.
Bahlil menegaskan kembali langkah yang akan diambil untuk memberikan akses listrik masyarakat dalam kondisi darurat. "Jadi selama infrastruktur daratnya belum selesai, dan tegangan rendahnya belum clear, kita akan mengintervensi dengan genset yang ada," lanjutnya lagi.
Kebutuhan bahan bakar untuk operasional genset yang dikirim akan dipasok oleh PT Pertamina Niaga sehingga penerima bantuan tidak langsung terbebani biaya bahan bakar pada tahap awal distribusi.
Dari sisi operasional udara, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi menjelaskan pengaturan pengiriman bantuan.
"Kita pesawat kan pesawat banyak di sini. Nah, hari ini full untuk mengirim bantuan genset dari Kementerian ESDM karena itu merupakan kebutuhan yang esensial. Karena kita tahu sendirilah kita tidak akan bisa hidup tanpa listrik," jelas Erwin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement