Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sukses Menguat, Tren Bearish Masih Ancam Dolar AS?

Sukses Menguat, Tren Bearish Masih Ancam Dolar AS? Kredit Foto: Antara/Putu Indah Savitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) mengawali tahun ini dengan penguatan pada Jumat (2/1). Ia menghentikan tren pelemahannya, seiring investor bersiap menghadapi pekan krusial rilis data ekonomi yang dapat memengaruhi kebijakan dari Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Reuters, Senin (5/1), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,24% ke 98,48. Penguatan ini terjadi setelah dolar mencatat penurunan tahunan lebih dari 9% di 2025.

Baca Juga: Catat Kinerja Buruk, Pelemahan Dolar Amerika Serikat Diproyeksi Akan Berlanjut di 2026

Direktur Perdagangan Monex Amerika Serikat, Juan Perez menyebut bahwa fokus pasar kini tertuju pada rangkaian data ekonomi yang akan dirilis pekan depan, yang diharapkan memberikan petunjuk terhadap arah suku bunga dari The Fed.

Menurutnya, saat ini pasar telah memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga tahun ini atau lebih agresif dibandingkan proyeksi resmi yang hanya memperkirakan satu kali pemangkasan di 2026.

Preze menambahkan bahwa meski rapat bank sentral baru akan berlangsung pada akhir bulan, belum ada konsensus yang jelas di pasar.

Perez juga menyoroti dampak penutupan pemerintah yang berlangsung sangat lama tahun lalu. Menurutnya, kondisi tersebut memengaruhi kualitas dan interpretasi data ekonomi, sehingga menyulitkan investor dalam menilai kondisi ekonomi secara akurat.

Selain data ekonomi, perhatian investor juga tertuju pada sosok ketua bank sentral selanjutnya, yang akan diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Banyak pelaku pasar memperkirakan kandidat pilihan sang presiden cenderung mendukung pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. 

Baca Juga: BI Rate Berpotensi Tertahan Akibat Risiko Inflasi 2026

Sejalan dengan ekspektasi tersebut, pelaku pasar saat ini sepenuhnya memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Hal itu lebih dovish dibandingkan proyeksi resmi dari The Fed.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: