Kredit Foto: Istimewa
Penerbit Stablecoin Amerika Serikat (AS) Tether mengawali tahun ini dengan menambahkan bitcoin sebanyak 8.888,88 BTC. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari alokasi laba di Kuartal IV 2025.
Chief Executive Officer (CEO) Tether, Paolo Ardoino mengatakan langkah tersebut menegaskan strategi jangka panjang perusahaan yang secara konsisten mengakumulasi bitcoin demi menjadi salah satu pemegang bitcoin korporasi terbesar secara global.
Baca Juga: Pasar Kripto Berfluktuasi, Harga Bitcoin Akan Menguat Perlahan di 2026
Pembelian terbaru ini sejalan dengan kebijakan yang dimilik oleh Tether. Perusahaan tersebut mengalokasikan laba operasional kuartalan yang telah direalisasikan untuk membeli bitcoin hingga 15%.
Tether acquired 8,888.8888888 BTC in Q4 2025.https://t.co/vMh1uzv1wO
— Paolo Ardoino (@paoloardoino) December 31, 2025
Akumulasi ini menjadi signifikan karena laba perusahaan itu berasal langsung dari aset yang mendukung stablecoin dari USDT. Kondisi suku bunga tinggi dan kuatnya permintaan terhadap stablecoin berpotensi meningkatkan laba operasional perusahaan, yang pada akhirnya membuka ruang untuk pembelian bitcoin tambahan.
Berbeda dengan sejumlah perusahaan yang menggalang dana khusus untuk membeli bitcoin, pendekatannya lebih menyerupai strategi pengelolaan kas internal.
Baca Juga: Harga Bitcoin Catat Kerugian Tahunan Pertama Sejak 2022
Tether menggunakan kelebihan laba untuk mendiversifikasi cadangan tanpa mengganggu aset yang menjadi penopang kewajiban stablecoin, sambil tetap mempertahankan mayoritas cadangan dalam instrumen yang sangat likuid.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement