Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Masuk Batubara, MEJA Akuisisi Trimata Coal

Masuk Batubara, MEJA Akuisisi Trimata Coal Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) tengah menyiapkan langkah strategis untuk masuk ke aset batubara berskala besar melalui rencana akuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa. Rencana tersebut diawali dengan penandatanganan perjanjian bersyarat antara pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (Triple B), dan pemegang saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa.

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, menyatakan bahwa kesepakatan awal tersebut telah ditandatangani pada 22 Desember 2025 dan menjadi dasar dimulainya proses akuisisi sesuai ketentuan pasar modal.

“Kesepakatan awal telah ditandatangani pada 22 Desember 2025, dan selanjutnya proses akuisisi akan mengikuti mekanisme serta peraturan yang berlaku,” ujar Richie dalam keterangan resmi, Jakarta, 31 Desember 2025.

Baca Juga: Triple B Tuntaskan Akuisisi 45,80% Saham MEJA Senilai Rp17,57 Miliar

Rencana akuisisi tersebut mencakup pengambilalihan 45% saham pengendali PT Trimata Coal Perkasa dengan nilai transaksi sebesar Rp1,6 triliun. Akuisisi akan direalisasikan melalui beberapa tahapan pembayaran sesuai kesepakatan para pihak.

Direktur PT Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemegang saham pengendali untuk memperkuat fondasi dan arah pengembangan usaha MEJA ke depan, khususnya melalui ekspansi ke sektor batubara.

“Saham yang akan diakuisisi tersebut memiliki hak yang memenuhi persyaratan sehingga MEJA nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali di PT Trimata Coal Perkasa,” kata Noprian.

Noprian juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak melibatkan hubungan afiliasi antara Triple B dan PT Trimata Coal Perkasa, sehingga dilakukan secara independen dan sesuai prinsip keterbukaan.

PT Trimata Coal Perkasa merupakan pemilik aset batubara berskala besar yang berlokasi di Sumatera Selatan. Perusahaan tersebut menguasai konsesi tambang dengan luas sekitar 11.640 hektare.

Berdasarkan laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) yang disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, PT Trimata Coal Perkasa memiliki estimasi sumber daya batubara tertambang (mineable coal resources) sekitar 693,7 juta ton. Hampir seluruh sumber daya tersebut memiliki nilai kalori di atas 5.000 kkal/kg.

Baca Juga: Harta Djaya (MEJA) Bakal Caplok Saham Perusahaan Batu Bara Senilai Rp1,6 Triliun

Selain potensi sumber daya, perusahaan juga telah mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk periode 2024–2026. Persetujuan tersebut memberikan izin produksi dengan total volume mencapai 2,6 juta ton batubara.

Sebagai latar belakang, PT Triple Berkah Bersama resmi menjadi pemegang saham pengendali baru di MEJA setelah merampungkan transaksi pembelian 878.845.100 saham biasa melalui pasar negosiasi pada 3 Desember 2025. Harga pelaksanaan transaksi ditetapkan sebesar Rp20 per saham, dengan total nilai mencapai Rp17,576 miliar.

Masuknya Triple B sebagai pengendali menjadi pijakan awal bagi MEJA untuk melakukan langkah korporasi lanjutan, termasuk rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa sebagai bagian dari ekspansi bisnis perseroan ke sektor batubara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: