Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Peduli Agresi Trump, Bursa Asia Dibawa Melonjak Saham AI

Tak Peduli Agresi Trump, Bursa Asia Dibawa Melonjak Saham AI Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan di Senin (5/1). Ia mengawali pekan perdagangan penuh pertama tahun ini denganĀ  kuat, dipimpin oleh saham teknologi dan semikonduktor yang melanjutkan reli dari 2025.

Dilansir Selasa (6/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Semua bursa catatkan kenaikan dalam perdagangan kali ini:

  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,03% ke 26.347,24
  • CSI 300 (China): Naik 1,90% ke 4.717,75
  • Shanghai Composite (China): Naik 1,38% ke 4.023,42
  • Nikkei 225 (Jepang): Naik 2,97% ke 51.832,80
  • Topix (Jepang): Naik 2,01% ke 3.477,52
  • Kospi (Korea Selatan): Naik 3,43% ke 4.457,52
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 1,26% keĀ 957,50

Saham-saham produsen chip mencatat kenaikan signifikan seiring ekspektasi bahwa permintaan prosesor canggih dan chip memori akan tetap kuat di 2026. Bursa Asia diuntungkan oleh eksposur besar kawasan tersebut terhadap rantai pasok semikonduktor global.

Optimisme investor tetap terjaga meskipun terdapat ketegangan geopolitik, termasuk serangan PresidenAmerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia diketahui baru-baru ini mengumumkan telah membawa paksa sosok dari Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Pelaku pasar tampak mengabaikan risiko geopolitik dan fokus pada prospek pertumbuhan sektor teknologi.

Namun, sentimen pasar sedikit tertahan oleh data ekonomi dari China. Sebuah survei swasta menunjukkan aktivitas sektor jasa negara tersebut tumbuh pada laju paling lambat dalam enam bulan di Desember 2025.

Meski indeks tersebut masih berada dalam wilayah ekspansi, perlambatan pertumbuhan bisnis baru menyoroti tantangan yang masih membayangi ekonomi dari China.

Baca Juga: Tok! OJK Restui Bank Jatim (BJTM) Jadi Pemegang Saham Pengendali Bank Lampung

Penguatan pasar kali ini sendiri mencerminkan keyakinan investor bahwa sektor teknologi dan kecerdasan buatan akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar global di 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: