Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Presiden Prabowo Tegaskan Kekalahan di Aceh Tak Pengaruhi Penyaluran MBG, Saya Bukan Milik Satu Partai

Presiden Prabowo Tegaskan Kekalahan di Aceh Tak Pengaruhi Penyaluran MBG, Saya Bukan Milik Satu Partai Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekalahannya dalam Pemilu Presiden di sejumlah daerah, termasuk Aceh, tidak memengaruhi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Prabowo menepis anggapan bahwa program MBG hanya diberikan kepada wilayah-wilayah yang mendukungnya secara politik. Ia secara eksplisit menyebut Aceh sebagai contoh daerah yang tetap mendapatkan program tersebut meski dirinya tidak memenangkan suara di wilayah itu.

“Apa saya larang MBG ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa setelah menjabat sebagai presiden, dirinya tidak lagi mewakili kepentingan satu partai atau kelompok tertentu, melainkan seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.

“Sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa program makan bergizi telah diterapkan di banyak negara. Saat ini, menurutnya, terdapat 76 negara yang menjalankan kebijakan serupa. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian dari komunitas internasional atas skala dan kecepatan implementasi program tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Kritik dan Koreksi Adalah Bentuk Pengamanan

Prabowo mengungkapkan bahwa para ahli dari Rockefeller Institute, Amerika Serikat, telah datang langsung ke Indonesia untuk meninjau pelaksanaan MBG. Dalam pertemuan di Istana Merdeka, para ahli tersebut menyampaikan penilaian mengenai dampak ekonomi dari investasi di sektor gizi.

“Ahli dari Rockefeller Institute mengatakan satu rupiah investasi kepada makan bergizi gratis akan menghasilkan pelipatan nilai ekonomi 5 kali sampai 35 kali,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pertimbangan utama pemerintah bukan semata manfaat ekonomi, melainkan kepedulian terhadap kondisi anak-anak Indonesia yang masih menghadapi masalah kekurangan gizi.

“Saya hanya didorong oleh tidak sampai hati saya melihat anak-anak Indonesia kurang gizi,” katanya.

Ia juga menyampaikan pengalamannya saat berkunjung ke berbagai daerah, di mana masih terdapat masyarakat yang menanyakan kapan program MBG dapat diterima di wilayah mereka, meski di sisi lain sudah ada penerima manfaat yang menyampaikan apresiasi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan data terbaru terkait capaian program MBG secara nasional. Berdasarkan laporan dari Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah penerima manfaat MBG saat ini telah mencapai 55 juta orang yang tersebar di berbagai daerah.

“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut,” ujar Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah

Advertisement

Bagikan Artikel: