Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Eropa Terus Cetak Rekor, Data Ekonomi Dukung Pasar Saham

Bursa Eropa Terus Cetak Rekor, Data Ekonomi Dukung Pasar Saham Kredit Foto: Flickr/European Parliament
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Eropa kembali mencetak rekor penutupan pada Selasa (6/1). Kenaikan didorong oleh data ekonomi regional yang positif yang mengalihkan perhatian investor dari meningkatnya ketegangan internasional.

Dilansir dari Reuters, Rabu (7/1), Indeks Stoxx 600 menguat hingga 0,58% ke 605,28. Kenaikan ditopang oleh pelonggaran tekanan suku bunga serta meningkatnya belanja pertahanan dalam kawasan dari Uni Eropa. 

Baca Juga: Menkeu Jepang Dukung Bursa Saham Integrasikan Perdagangan Kripto

Goldman Sachs menaikkan target untuk indeks Stoxx 600. Hal tersebut mencerminkan keyakinan bahwa prospek pasar saham kawasan euro tetap konstruktif.

Namun analis memperkirakan imbal hasil tahun ini akan lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya, mereka tetap melihat ruang bagi pasar untuk terus bertumbuh.

“Kita mulai terbiasa dengan lingkungan ketidakpastian yang tinggi,” kata Ekonom Global Senior Economist Intelligence Unit, Matthew Sherwood.

“Masih ada optimisme yang berhati-hati, dan terdapat sejumlah faktor yang mendukung pertumbuhan," tambahnya.

Data terbaru menunjukkan inflasi dalam sejumlah ekonomi terbesar zona euro mendingin lebih cepat dari perkiraan pada bulan lalu, sementara pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga telah mereda dan perekonomian kawasan tersebut menunjukkan ketahanan yang mengejutkan.

Di Jerman, inflasi melambat ke 2,0%. Di Prancis, inflasi turun ke 0,7%. Sementara di Spanyol inflasi sedikit melemah ke 3,0%.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Indeks Saham Jepang Cetak Rekor!

Meski demikian, para pembuat kebijakan memberi sinyal bahwa saat ini tidak ada keinginan untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, mengindikasikan pendekatan yang lebih hati-hati dalam kebijakan moneter ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: