Kredit Foto: Ist
Arkora Bakti Indonesia memangkas porsi kepemilikan sahamnya di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Sang pengendali itu melepas sebanyak 87.854.850 saham atau setara 87,85 juta lembar melalui dua transaksi yang sama-sama berlangsung pada 9 Januari 2026.
Menariknya, pelepasan saham itu dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp1.800 per lembar. Angka ini terpaut jauh dari harga penutupan saham ARKO pada 7 Januari 2026 yang berada di level Rp10.750 per saham. Artinya, harga transaksi tersebut lebih rendah sekitar 8.950 poin atau setara diskon 83 persen dari harga pasar saat itu.
Dengan skema harga tersebut, Arkora Bakti mengantongi dana segar sebesar Rp158,13 miliar dari aksi divestasi ini. “Tujuan transaksi adalah untuk divestasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” kata manajemen.
Baca Juga: Dana Asing Rp1,99 Triliun Masuk! Ini 10 Saham Incaran Investor
Pasca transaksi, jumlah saham Arkora Hydro yang masih digenggam Arkora Bakti menyusut menjadi 1.138.837.925 saham atau setara dengan 38,89 persen kepemilikan.
Porsi ini turun sekitar 3 persen dibandingkan sebelum transaksi, ketika Arkora Bakti masih menguasai 1.226.692.775 saham atau sekitar 41,89 persen. Meski begitu, Arkora Bakti tetap menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pengendalian atas Perseroan.
Baca Juga: Dicaplok Perusahaan Korsel, Sampoerna Agro (SGRO) Ganti Nama Jadi Prime Agri Resources
Sebagai informasi tambahan, saham ARKO saat ini masih berada dalam status penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 8 Januari 2026. Sebelum suspensi diberlakukan, saham ARKO sempat ditutup menguat 16,85% ke level Rp10.750. Dalam sepekan, kenaikannya mencapai 16,85%, sementara secara bulanan melonjak hingga 108,74%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement