- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Dana Rp2 Triliun Nyaris Habis, Astra (ASII) Hentikan Buyback Lebih Cepat
Kredit Foto: Astra.
PT Astra International Tbk (ASII) resmi mengakhiri program pembelian kembali saham (buyback) lebih cepat dari rencana awal. Aksi korporasi tersebut dihentikan pada sesi kedua perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1/2026), padahal sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026.
Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan ASII, Gita Tiffani Boer, menyatakan bahwa keputusan ini diambil lantaran alokasi dana maksimal yang disiapkan perseroan nyaris sepenuhnya terserap. Ia menjelaskan bahwa sisa dana yang ada sudah tidak mencukupi untuk membeli minimal satu lot saham.
“Penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham karena telah terpenuhinya maksimum dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham,” ujar Gita, dikutip Rabu (14/1).
Baca Juga: Korban Bongkar Awal Mula Tergiur Trading Kripto Timothy Ronald, Gara-gara Flexing?
Sepanjang periode buyback, Astra International telah memborong kembali sebanyak 305.213.900 lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,99 triliun. Nilai tersebut sudah mendekati batas maksimal dana yang ditetapkan perseroan sebesar Rp2 triliun.
Program buyback ini sendiri mulai dijalankan sejak 3 November 2025. Manajemen ASII menyebutkan, langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi cukup signifikan. Lebih lanjut, Gita menegaskan bahwa penghentian buyback lebih cepat ini tidak menimbulkan dampak material terhadap perseroan.
“Informasi atau fakta material yang diungkapkan dalam laporan ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tandasnya.
Baca Juga: OJK Buka Suara Soal Penutupan P2P Lending Milik Astra
Sebagai informasi tambahan, saham ASII pada perdagangan intraday Rabu (14/1) terpantau melemah -1,71% ke level Rp7.175. Namun, dalam sepekan menanjak 2,14% dan melesat 8,71% sepanjang sebulan terakhir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement