Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor, Didorong Ketidakpastian Global

Harga Emas dan Perak Cetak Rekor, Didorong Ketidakpastian Global Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan di Rabu (14/1). Kenaikan didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global serta ekspektasi pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Reuters, Kamis (15/1), emas spot naik 0,9% ke US$4.628,68. Sementara emas berjangka menguat 0,8% ke US$4.635,70.

Baca Juga: Harga Emas di Gerai Pegadaian Belum Berhenti Melonjak, Simak Updatenya!

Perak spot melesat 5,2% ke US$91,46. Di logam mulia lainnya, platinum spot naik 2,4% ke US$2.379,68. Sementara paladium menguat 1,3% ke US$1.862,96.

“Semua jalan mengarah ke emas dan perak,” kata Chief Operating Officer Allegiance Gold, Alex Ebkarian.

Ebkarian menyebut permintaan datang dari beragam jenis investor dan menilai pasar saat ini berada dalam fase bull struktural.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan saat ketidakpastian meningkat.

Adapun Iran memperingatkan negara-negara tetangganya yang menjadi tuan rumah pasukan dari Amerika Serikat. Teheran menyatakan akan menyerang pangkalan mereka jika ada intervensi terkait gelombang protes dari AS.

Dari sisi data ekonomi, penjualan ritel naik pada November. Sementara indeks harga produsen (PPI) sesuai proyeksi bulanan namun melampaui estimasi tahunan. Investor masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.

Baca Juga: Berkilau Sepanjang 2025, Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat

Kekhawatiran terkait independensi bank sentral juga tetap menjadi perhatian. Sejumlah pimpinan bank sentral dunia menyatakan dukungan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Hal ini menyusul ancaman penyelidikan pidana yang dinilai dapat mengganggu kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter dari AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: