- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BlackRock Bukukan AUM Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus US$14 Triliun
Kredit Foto: BlackRock
BlackRock Inc. mencatatkan rekor baru aset kelolaan (assets under management/AUM) sebesar US$14 triliun sepanjang 2025, didorong arus dana masuk bersih (net inflows) senilai US$698 miliar dalam setahun. Lonjakan ini menjadikan BlackRock sebagai manajer investasi terbesar di dunia dengan pertumbuhan organik yang solid di hampir seluruh lini bisnis.
BlackRock menyebut arus dana masuk bersih tersebut mencakup US$342 miliar pada kuartal IV 2025, tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Capaian ini terutama ditopang oleh kinerja kuat produk iShares ETFs, ekuitas aktif sistematis, pasar privat, layanan outsourcing, serta pengelolaan kas.
Secara tahunan, BlackRock membukukan pertumbuhan organic base fee sebesar 9%, sementara pada kuartal IV 2025 pertumbuhannya mencapai 12% secara tahunan, mencerminkan permintaan klien yang luas dan beragam. Pendapatan perseroan sepanjang 2025 meningkat 19% menjadi US$24,2 miliar, seiring dampak positif pasar, pertumbuhan aset, serta kontribusi dari transaksi Global Infrastructure Partners (GIP) dan HPS.
Chairman sekaligus CEO BlackRock, Laurence D. Fink, menyatakan 2025 menjadi tahun terkuat dalam sejarah arus dana masuk perusahaan. “Klien mempercayakan US$698 miliar aset baru kepada BlackRock sepanjang 2025, yang mendorong pertumbuhan biaya dasar organik dan memperkuat posisi kami di pasar publik maupun privat,” ujarnya dalam laporan kinerja keuangan tahunan yang dikutip Minggu (18/1/2026).
Baca Juga: Trump Serang JPMorgan, Ancam Bakal Tempuh Jalur Hukum
Meski demikian, secara akuntansi berbasis GAAP, laba operasi BlackRock tercatat turun 7% dan laba bersih terdilusi turun 16% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh beban nonkas terkait akuisisi serta kontribusi amal nonkas. Namun, jika dihitung secara as adjusted, laba operasi justru meningkat 18%, sementara laba bersih terdilusi naik 10% secara tahunan.
Dari sisi pengelolaan modal, BlackRock mengembalikan sekitar US$5 miliar kepada pemegang saham sepanjang 2025, termasuk US$1,6 miliar untuk pembelian kembali saham. Dewan direksi juga menyetujui kenaikan dividen tunai kuartalan sebesar 10% menjadi US$5,73 per saham, yang akan dibayarkan pada 24 Maret 2026.
Secara regional, arus dana jangka panjang masih didominasi kawasan Amerika, disusul EMEA, sementara Asia Pasifik mencatat arus keluar bersih. Berdasarkan jenis produk, ETF menjadi kontributor terbesar arus dana masuk, diikuti instrumen pendapatan tetap dan ekuitas.
Memasuki 2026, BlackRock menargetkan penguatan platform terpadu pasca integrasi GIP, HPS, dan Preqin, dengan fokus memperluas bisnis pasar privat, teknologi, serta data investasi. Perusahaan juga menargetkan penggalangan dana pasar privat hingga US$400 miliar pada 2030.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement