Kredit Foto: Istimewa
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) merupakan wadah yang mempermudah pelaku usaha menemukan mitra untuk ekspor dan investasi, khususnya antara Indonesia dan negara-negara di Asia.
Mendag menyampaikannya saat meresmikan Kantor Pusat ATTEC di Jakarta, Senin, (19/1/2026). Dirinya berharap kantor ini dapat menjadi lokasi strategis untuk penyelenggaraan business matching secara berkelanjutan.
Baca Juga: Menpar Optimis Pariwisata RI Tumbuh Berkelanjutan dan Beri Manfaat Nyata
"Komunikasi bisnis antarpelaku usaha sangat mendukung keberhasilan komunikasi antarpemerintah," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemendag, Rabu (21/1).
Terkait investasi, Mendag Busan menyampaikan, persepsi terhadap Indonesia selama ini kerap berkutat pada kurangnya pemahaman dan arus komunikasi yang belum optimal. Padahal, menurut Mendag Busan, kegiatan usaha dan investasi di Indonesia relatif mudah dilakukan dari segi regulasi.
“Kami harap kehadiran wadah seperti ATTEC dapat menjadi sarana untuk memberikan informasi yang jelas kepada para investor. Selain itu, juga untuk mempermudah pelaku usaha dalam memahami mekanisme investasi di Indonesia,” tambah Mendag Busan.
Di sisi lain, Budihardjo Iduansjah mengungkapkan, salah satu tantangan utama bagi investor asing selama ini adalah keterbatasan pemahaman terhadap regulasi, bahasa, serta prosedur perizinan di Indonesia.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ATTEC hadir sebagai wadah pendampingan yang menjembatani komunikasi antara pelaku usaha asing, asosiasi, dan pemerintah. Melalui ATTEC, pelaku usaha akan difasilitasi dalam proses legalitas dan perizinan agar kegiatan investasi dan perdagangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Melalui ATTEC, Indonesia akan membawa dan memperjuangkan kepentingan nasional terbaik di kawasan Asia. Indonesia Emas 2045 menjadi momentum strategis sekaligus peluang besar bagi mitra internasional untuk berinvestasi dan berkolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Budiharjdo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement