Hashim Sebut Investor Karbon Dunia Lebih Incar Hutan-Laut RI Ketimbang Industri
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Indonesia mulai mengalihkan fokus perdagangan karbon ke sektor nature-based solutions (NBS) atau solusi berbasis alam. Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa investor internasional kini lebih meminati potensi hutan dan laut Indonesia dibandingkan sektor industri.
Ia menyebut kekayaan alam seperti hutan tropis, bakau, hingga padang lamun (seagrass) kini menjadi primadona baru. Fokus pada pelestarian alam ini dinilai jauh lebih menarik bagi pelaku karbon global dari Amerika Serikat hingga Eropa.
"Sekarang yang sudah kita utamakan adalah nature based solutions. Berarti apa? Hutan-hutan kita, bakau kita, dan laut kita," kata Hashim dalam ESG Forum 2026, di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Perdagangan Karbon Jalan Juni 2026, Hashim: Miliaran Dolar Masuk RI
Menurutnya, minat besar dunia internasional terhadap solusi berbasis alam ini tidak boleh dianggap remeh. Sektor ini dipandang memiliki nilai strategis yang jauh lebih tinggi bagi keberlanjutan lingkungan global.
"Mereka lebih senang, mereka lebih tertarik dengan nature based solutions. So ini suatu, we cannot overestimate ya. Ini suatu hal yang penting sekali," jelasnya.
Baca Juga: Regulasi CCS Rampung, Indonesia Siap Eksekusi Bisnis Karbon 577 Gigaton
Hashim menambahkan, tren di bursa karbon internasional menunjukkan penurunan minat pada proyek berbasis pabrik kimia atau pembangkit listrik fosil. Investor kini mencari proyek yang memberikan dampak nyata pada konservasi keanekaragaman hayati.
"Mereka selama ini tidak begitu tertarik dengan yang berdasarkan industri. Ya, berdasarkan pabrik-pabrik kimia atau pabrik semen atau pabrik listrik PLTU atau apa," tutup Hashim.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: