Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dewan Ekonomi Nasional Soroti Peran Industri Tembakau sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Dewan Ekonomi Nasional Soroti Peran Industri Tembakau sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Kredit Foto: Antara/Syaiful Arif
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam upaya mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi ambisius ala Prabowonomics, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti kontribusi krusial dari Industri Hasil Tembakau (IHT). 

Sektor ini diyakini memiliki peran vital dalam ketahanan ekonomi nasional dan potensial mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, sejalan dengan fokus pemerintah meningkatkan daya saing industri domestik.

Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menegaskan komitmen untuk menguatkan kebijakan ekonomi yang berpihak pada masyarakat kecil dan memberdayakan industri dalam negeri. Salah satu langkah strategis adalah dengan menjaga industri tembakau sebagai sektor berpengaruh terhadap penerimaan negara.

“Kita harus melindungi kepentingan nasional, jadi apapun interaksi kita dengan global dan internasional pasti yang harus dikedepankan adalah kepentingan nasional,” ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Pangestu menjelaskan, IHT telah lama menjadi bagian integral dari perekonomian, berperan sebagai sumber penghidupan petani, penyedia lapangan kerja padat karya, serta kontributor utama pendapatan negara dari cukai. 

Di tengah kondisi global yang fluktuatif, ia mengimbau pemerintah untuk tidak menekan industri dalam negeri. Ia mengingatkan tekanan yang pernah dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap industri hasil tembakau nasional yang dinilai melanggar azas fundamental World Trade Organization (WTO), yaitu prinsip non-diskriminasi.

"Waktu itu AS melarang ekspor tembakau dari Indonesia dengan alasan kretek itu menciptakan rasa yang manis atau yang enak sehingga anak muda itu menjadi addicted kepada rokok,” tuturnya.

Namun, larangan itu dianggap diskriminatif karena hanya berfokus pada produk kretek. Indonesia pun gigih memperjuangkan kepentingan nasionalnya di forum internasional dan berhasil memenangkan sengketa tersebut setelah AS gagal membuktikan tuduhannya.

“Buktikan bahwa cengkih itu lebih membuat anak muda addicted dibandingkan dengan menthol, mereka tidak bisa buktikan, karena harus ada pembuktian setiap ada larangan. Akhirnya kita menang,” kata Mari Elka.

Data produktivitas menunjukkan kinerja positif sektor ini. Berdasarkan “Buku Outlook Komoditas Perkebunan Tembakau” dari Kementerian Pertanian (Kementan), produksi tembakau nasional dalam dekade terakhir (2015-2024) menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 4,57%. 

Baca Juga: Airlangga: Lebaran Dorong Mobilitas, Pariwisata, dan Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, proyeksi yang disepakati Direktorat Jenderal Perkebunan, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Pusdatin memperkirakan produksi tembakau periode 2023-2027 mencapai rata-rata 234.139 ton per tahun. Ketersediaan tembakau untuk 2026-2027 diproyeksikan sebanyak 661.709 ton, yang seluruhnya diserap untuk kebutuhan IHT, mengindikasikan potensi besar sektor ini bagi perekonomian.

Di sisi lain, Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa Prabowonomics adalah konsep ekonomi yang telah dijalankan Presiden Prabowo Subianto dengan target pertumbuhan 8% dan penghapusan kemiskinan absolut. Konsep ini berfokus pada penguatan investasi, ekspor, serta pengembangan sektor-strategis seperti pertanian, manufaktur, dan teknologi.

Untuk mendukung efektivitas Prabowonomics, DEN menekankan pentingnya sinergi kebijakan pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan. Harmonisasi kebijakan lintas Kementerian/Lembaga juga menjadi kunci agar tidak terjadi kebijakan yang kontradiktif, sehingga implementasinya dapat berjalan efektif dan merata ke semua lapisan masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: