Kredit Foto: Demokrat
Menko AHY menjelaskan ketidakpastian global, mulai dari geopolitik, keamanan, ekonomi, hingga krisis iklim dan keterbatasan sumber daya, menuntut Indonesia memiliki kesiapan dan kemandirian yang lebih kuat. Dalam konteks tersebut, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional.
“Tulang punggung kemandirian dan kemajuan bangsa adalah sumber daya manusia yang unggul. Universitas Sriwijaya telah berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas dan daya saing,” tutur Menko AHY.
Ia juga menegaskan pembangunan infrastruktur ke depan harus dirancang lebih berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia akademik dalam perumusan kebijakan. Menurutnya, kebijakan yang baik lahir dari data, riset, serta pemanfaatan sains dan teknologi.
“Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang berbasis data dan sains teknologi. Karena itu, kami siap membuka dan memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik, termasuk Universitas Sriwijaya, untuk mendukung program-program pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan,” pungkas Menko AHY.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: