Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Narasi Antikorupsi vs Skor CPI Indonesia, Celios Nila Ada Ketidaksesuaian

Narasi Antikorupsi vs Skor CPI Indonesia, Celios Nila Ada Ketidaksesuaian Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penurunan skor Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia dinilai berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi, efisiensi belanja negara, dan persepsi risiko investasi, di tengah klaim pemberantasan korupsi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai orasi publik.

Galau D. Muhammad, Peneliti di Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menyatakan terdapat ketidaksesuaian antara narasi dan indikator global.

“Ya, terkait dengan orasi Pak Prabowo. Kita melihat bagaimana terlalu tinggi bahasa yang disampaikan di panggung-panggung. Orasi yang disampaikan oleh pemerintah. Bagaimana itu sulit sekali menjelaskan kondisi yang ada di bawah. Kalau disampaikan bahwa upaya penuntasan penindakan korupsi sudah dilakukan secara maksimal,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Berdasarkan data, ia merujuk pada Transparency International yang menunjukkan skor CPI Indonesia turun dari 37 menjadi 34, dengan peringkat merosot dari 99 menjadi 109.

“Ini sebenarnya mengartikan ada banyak hal, permasalahan penindakan hukum di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Tak Akan Seperti Dulu Tangani Korupsi, Purbaya: Sampai ke Atas Bisa Diganti

Galau menilai, tata kelola menjadi akar persoalan yang berdampak langsung pada kualitas belanja negara. Maka dari itu, ia menyoroti beberapa program prioritas yang dinilai memiliki kerentanan korupsi.

“Kalau kita lihat akar permasalahannya ada pada tata kelola. Di mana seharusnya pemerintah menjamin adanya transparansi. Adanya pengawasan yang ketat berlapis lintas kementerian, lintas lembaga yang bersama dengan audit yang independen,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman

Bagikan Artikel: