- Home
- /
- Government
- /
- Government
Narasi Antikorupsi vs Skor CPI Indonesia, Celios Nila Ada Ketidaksesuaian
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Ia menambahkan, simplifikasi mekanisme pengadaan berisiko menurunkan efisiensi anggaran.
“Seharusnya ada proses pengadaan barang dan jasa yang sudah dilakukan di e-katalog. Di mana tender dan nilai kontraknya clear. Tapi arahnya disimplifikasi di mana program-program ini bisa berjalan dengan agresif, sesuai dengan timeline pemerintah, kemudian mengorbankan adanya sistem pengawasan yang integratif,” jelasnya.
Galau menekankan bahwa korupsi berkorelasi dengan kualitas pertumbuhan ekonomi dan distribusi manfaatnya.
“Dan kita lihat tentu korupsi menjadi salah satu indikator utama dalam nilai progres kualitas ekonomi. Ketika angka pertumbuhannya tinggi tapi indeks korupsinya tinggi. Bersamaan dengan itu berarti menandakan bahwa desentralisasi nilai manfaat dari pertumbuhan itu tidak dirasakan oleh masyarakat di bawah,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Serukan The New Indonesia: Tidak Boleh Ada Korupsi
Seperti yang diketahui, pada momen Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo bertekad untuk menghabiskan korupsi dari bumi Indonesia dan mengakui bahwa pemerintahannya masih banyak kekurangan.
"Kita tidak perlu malu kalau kita punya kekurangan. Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia. Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi ya semua tingkatan," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman