DPRD Jabar Dorong Tiga Kluster Bentuk Holding BUMD, Dedi Mulyadi Usulkan Nama 'Sangga Bhuana'
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Di sektor ketenagakerjaan, DPRD mengapresiasi peluncuran aplikasi Nyari Gawe oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Aplikasi ini dinilai mampu mempermudah akses pencari kerja tanpa harus menghadapi antrean panjang dan biaya tinggi dalam proses rekrutmen.
Selain itu, DPRD juga memantau pembangunan pusat-pusat industri baru di kawasan Rebana yang mencakup Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.
"Kita mendorong agar rekrutmen tenaga kerja di kawasan tersebut memprioritaskan masyarakat lokal," tegasnya.
DPRD Jawa Barat turut menyoroti pentingnya evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), khususnya terkait pengendalian alih fungsi lahan. Penataan yang jelas antara kawasan industri, permukiman, dan pangan dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan kepastian bagi investor.
“Investor membutuhkan kepastian kawasan. Jika tata ruang jelas, investasi akan masuk dan berdampak pada pembukaan lapangan kerja,” ujarnya.
Baca Juga: Pengolahan Sampah Regional Tersendat, DPRD Jabar Dorong Investasi Rp20 Miliar di TPPAS Lulut-Nambo
Politisi PDIP ini pun kembali menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara seimbang serta diselaraskan dengan kebijakan gubernur. Meski penurunan angka kemiskinan belum signifikan, DPRD menilai tren positif tersebut sebagai pijakan awal untuk perbaikan berkelanjutan.
“Permasalahan Jawa Barat tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun kolaborasi antara DPRD dan gubernur menjadi kunci untuk memastikan arah pembangunan tetap berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: