Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menkeu Gelontorkan Rp4,63 T untuk Bencana Sumatra, Aceh hingga Sumbar Jadi Prioritas

Menkeu Gelontorkan Rp4,63 T untuk Bencana Sumatra, Aceh hingga Sumbar Jadi Prioritas Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bencana di Sumatra dari akhir 2025 hingga awal 2026 mendorong pemerintah memperbesar anggaran penanganan darurat melalui skema dana siap pakai. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa respons fiskal diarahkan langsung ke wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Pemerintah memutuskan memperkuat kapasitas penanggulangan melalui tambahan dana khusus yang difokuskan untuk kebutuhan lapangan. Langkah tersebut menyasar percepatan logistik, evakuasi, hingga pemulihan awal masyarakat terdampak.

Tambahan anggaran disalurkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai lembaga utama penanganan bencana. Skema ini memungkinkan respons lebih fleksibel saat kondisi darurat meningkat.

Dalam rapat koordinasi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Jakarta, pemerintah memaparkan detail penguatan anggaran tersebut. Forum itu membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai provinsi Sumatra.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa nilai dana siap pakai tahun ini mengalami lonjakan signifikan dibanding pagu awal. Ia menekankan bahwa kebutuhan kebencanaan tidak bisa ditangani dengan skema anggaran biasa.

“Kalau pagu BNPB tahun anggaran 2026 sebesar Rp 490 miliar, di dalamnya termasuk dana siap pakai Rp 250 miliar. Namun pemerintah telah menambah dana siap pakai sebesar Rp 4,63 triliun.”

Penambahan tersebut telah dicairkan sejak awal Februari 2026 untuk memastikan kesiapsiagaan operasional. Dana diarahkan agar tidak ada keterlambatan respons saat bencana terjadi.

Sebagian besar alokasi difokuskan ke wilayah dengan intensitas bencana tinggi di Sumatra. Prioritas diberikan pada daerah yang mengalami kerusakan luas dan membutuhkan penanganan cepat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: