Kredit Foto: Istimewa
Dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggandeng PT Markija Berdaya Bersama. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa (10/2/2026).
PT Markija sendiri merupakan perusahaan industri asal Budapest, Hungaria yang berfokus pada meningkatkan daya saing tenaga kerja dan profesional muda Indonesia melalui program magang industri serta kerja di Eropa. Tujuan kerja sama ini adalah untuk melakukan pemetaan keterampilan, kemampuan, dan kepribadian SDM pada sektor industri dengan melaksanakan asesmen menggunakan tools Practiwork yang dikembangkan di Hungaria.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyatakan bahwa BPSDMI terus mendorong tingkat keterserapan lulusan di dunia industri dengan membangun kerja sama industri secara konsisten, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) bagi siswa, magang pengajar, penyediaan peralatan pembelajaran yang sesuai dengan standar industri, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya.
“Kami menyadari keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya bergantung pada kedekatan dengan industri, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik peserta didik, yaitu minat, bakat, kemampuan, dan potensinya,” ungkapnya, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Rabu (18/2).
Kegiatan pemetaan tersebut telah dilakukan dengan memberikan kesempatan uji coba kepada masing-masing 50 peserta didik dari di 4 unit pendidikan Kemenperin yang juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Markija Berdaya Bersama, yakni Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, dan SMK-SMAK Bogor.
Melalui pemetaan ini, peserta didik memperoleh rekomendasi jabatan yang sesuai dengan profilnya, dan informasi tersebut menjadi dasar yang sangat penting, baik bagi institusi pendidikan maupun bagi peserta didik untuk menyusun perencanaan karir dengan peningkatan keterampilan yang sesuai bakat dan potensinya.
Baca Juga: Purbaya Pastikan THR ASN Termasuk TNI dan Polri Cair, Kapan?
Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama Csongor Hunyar mengatakan, penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama ini merupakan bukti komitmen kerja sama PT Markija Berdaya Bersama untuk membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih terstruktur dan berbasis kolaborasi di Indonesia. “Ke depan kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh baik di dalam penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di bawah naungan Kementerian Perindustrian,” tambahnya.
Menyetujui hal tersebut, CEO Hungarian Practiwork Akos Zsuffa juga menegaskan bahwa pasar tenaga kerja yang kompetitif dibangun dari pemetaan realitas dan keterampilan. “Jika Indonesia ingin menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, maka perubahan ke arah asesmen yang objektif dan berbasis data sangat diperlukan,” ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya