Kredit Foto: Reuters/Lean Daval Jr
Hubungan keduanya benar-benar memburuk pada 2024. Sara Duterte secara terbuka mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pendidikan pada pertengahan tahun tersebut. Tak lama setelah itu, pernyataan-pernyataan keras mulai dilontarkan dari kedua kubu.
Ketegangan juga meluas ke konflik antara keluarga Marcos dan Duterte, termasuk saling serang di ruang publik dan media.
Presiden Marcos menegaskan komitmennya pada supremasi hukum, sementara kubu Duterte menuduh adanya manuver politik untuk melemahkan pengaruh mereka menjelang pemilu sela 2025.
Pecahnya aliansi “UniTeam” mengubah lanskap politik Filipina. Sara Duterte tetap memiliki basis dukungan kuat di Mindanao dan di kalangan loyalis ayahnya, sementara Marcos mengonsolidasikan kekuatan di Luzon dan wilayah lain.
Pemilu sela 2025 dipandang sebagai ajang uji kekuatan kedua kubu. Persaingan ini juga membuka kemungkinan konfigurasi baru menjelang Pemilu Presiden 2028, di mana Sara Duterte berpotensi mencalonkan diri sebagai presiden.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: