Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AAUI Ungkap Tantangan Asuransi Kendaraan Listrik, Bikin Was-was!

AAUI Ungkap Tantangan Asuransi Kendaraan Listrik, Bikin Was-was! Kredit Foto: Azka Elfriza

“Kalau terjadi satu kecelakaan atau klaim, biaya perbaikan terhadap kendaraan di sini cukup mahal, bisa 30–40% lebih mahal dari kendaraan konvensional,” ujarnya.

Kondisi ini memicu kehati-hatian industri asuransi umum. Menurut Budi, banyak perusahaan asuransi enggan menutup asuransi kendaraan berbasis EV karena risiko klaim yang tinggi.

“Banyak sekali teman-teman yang bermain di asuransi kendaraan enggan untuk menutup asuransi kendaraan yang berbasis EV,” katanya.

Baca Juga: Premi Asuransi Kesehatan Amblas 20,9%, Sejumlah Perusahaan Angkat Bendera Putih

Data AAUI menunjukkan tekanan tersebut tercermin pada kinerja premi. Premi asuransi kendaraan bermotor turun 4,2% dari Rp19,85 triliun pada 2024 menjadi Rp19,01 triliun pada 2025. Lini ini termasuk tiga terbesar premi yang mengalami kontraksi, selain asuransi kesehatan dan asuransi energy offshore.

Budi menambahkan, kontraksi premi juga dipengaruhi penurunan penjualan kendaraan konvensional yang belum sepenuhnya diimbangi oleh kesiapan asuransi dalam menutup risiko EV. Sejumlah perusahaan bahkan memilih skema Administrative Services Only (ASO) dibandingkan memberikan perlindungan asuransi penuh.

Ke depan, AAUI mendorong peningkatan literasi risiko serta berkoordinasi dengan asosiasi asuransi di Malaysia dan Singapura untuk mencari model mitigasi risiko yang tepat, agar kendaraan listrik dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri asuransi umum.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: