Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Ngamuk Usai Tarif Dibatalkan MA, Sebut Negara Asing Menari-nari di Jalanan tapi Tak akan Lama

Trump Ngamuk Usai Tarif Dibatalkan MA, Sebut Negara Asing Menari-nari di Jalanan tapi Tak akan Lama Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut negara-negara asing kini sangat bahagia dan menari-nari di jalanan setelah Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya ia terapkan. Namun di saat yang sama, ia memastikan bahwa mereka tidak akan menari lama.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers di Washington pada Jumat (20/2). Ucapan itu muncul sebagai respons langsung atas putusan Mahkamah Agung yang membatasi kewenangannya dalam menetapkan tarif impor secara sepihak.

Mahkamah Agung sebelumnya menyatakan bahwa penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) 1977 sebagai dasar penetapan tarif tidak memiliki landasan konstitusional yang cukup. Dalam putusan tersebut, pengadilan menegaskan bahwa kewenangan fiskal berada di tangan Kongres.

Hakim Ketua Mahkamah Agung, John Roberts, membacakan pertimbangan hukum yang menjadi dasar pembatalan kebijakan tersebut.

"Presiden mengeklaim memiliki kuasa luar biasa untuk menetapkan tarif secara sepihak dengan jumlah, waktu, dan cakupan yang tak terbatas," kata Roberts dikutip dari Antara.

"Dengan memperimbangkan luasnya cakupan, sejarah, dan konteks konstitusional atas wewenang yang diklaim tersebut, ia harus secara jelas mendapatkan persetujuan Kongres untuk melaksanakannya," imbuhnya.

Putusan itu menegaskan prinsip checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Amerika Serikat.

Alih-alih meredakan ketegangan, Trump justru melancarkan kritik terbuka kepada para hakim. Ia menyampaikan kekecewaan yang tajam terhadap putusan tersebut.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: