Kredit Foto: Ewindo
Petani sayuran di sejumlah sentra produksi menyatakan kesiapan menjaga pasokan pangan segar selama Ramadan hingga Idulfitri, di tengah tantangan curah hujan tinggi, penyakit tanaman, dan dinamika harga pasar. Kesiapan tersebut menjadi krusial seiring meningkatnya konsumsi masyarakat pada periode hari besar keagamaan.
Didin Silahudin, petani sayuran asal Cianjur, Jawa Barat, mengatakan petani telah menyesuaikan pola tanam jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama bulan puasa dan Lebaran.
“Kami dari jauh-jauh hari sudah membuat pola tanam di mana panen direncanakan untuk di bulan puasa. Umumnya untuk hari-hari besar seperti Lebaran biasanya permintaan lebih tinggi,” ujar Didin.
Menurutnya, komoditas seperti cabai, terong, dan timun cenderung mengalami peningkatan permintaan yang relatif bisa diprediksi setiap tahun. Namun, kondisi cuaca tetap menjadi faktor risiko yang memengaruhi produktivitas dan kualitas hasil panen.
Hal senada disampaikan Yustam, petani dari Pati, Jawa Tengah. Ia menyebut petani di daerahnya memahami pola permintaan musiman, tetapi curah hujan yang sangat tinggi belakangan ini memicu penyakit tanaman dan membatasi jam kerja di lahan.
“Kami berharap pemerintah bisa menjaga agar harga jual hasil panen dapat stabil. Demikian juga dengan ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk dan benih, serta teknologi pertanian seperti alat mesin pertanian supaya kami lebih efektif dan efisien dalam produksi,” kata Yustam.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: