Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

RI Buka Impor Jagung dari AS Setiap Tahun, Kenapa?

RI Buka Impor Jagung dari AS Setiap Tahun, Kenapa? Kredit Foto: Antara/Arnas Padda
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah resmi membuka impor untuk produk jagung dari Amerika Serikat (AS) melalui kerangka Agreement of Reciprocal Trade (ART). Kesepakatan kerja sama perdagangan anatara RI dan AS ini ditandatangi pada Kamis (19/2/2026).

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan kebijakan Indonesia membuka impor jagung setiap tahund ari AS adalah untuk memenuhi bahan baku  industri makanan dan minuman (MaMin).

"Ketentuan ini mengatur bahwa Indonesia memberikan akses impor Jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku industri makanan & minuman (MaMin) dengan volume tertentu per tahun," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Senin (23/2).

Pada 2025, kebutuhan importasi jagung untuk industri MaMin sekitar 1,4 juta ton. Dan produk jagung asal AS memiliki spesifikasi dan standar mutu sesuai yang dibutuhkan oleh industri MaMin.

"Ketentuan ini penting untuk Indonesia dalam rangka memastikan kecukupan bahan baku utama pada industri MaMin yang memiliki kontribusi 7,13% terhadap PDB Nasional, dan menyumbang 21% dari total ekspor industri non-migas (atau senilai USD48 Miliar), dan menyerap lapangan kerja hingga 6,7 juta pada tahun 2025," jelas Haryo.

Tak hanya jagung, Indonesia juga menyetujui impor beras 1.000 Ton dari AS. Namun untuk beras klasifikasi khusus dari AS.

"Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri," ucap Haryo.

Baca Juga: Impor Minuman Alkohol AS Dapat Restu Pemerintah, Apa Alasannya?

Lebih lanjut, dirinya mengatakan selama 5 tahun terakhir, Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS, terlebih volume impor ini tidak signifikan dibanding produksi beras nasional.

"Komitmen impor beras AS hanya sebesar 1.000 Ton tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003% dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 Juta Ton tahun 2025," imbuhnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: