Amerika Serikat (AS): China Akan Punya Lebih dari Seribu Hulu Ledak Nuklir di 2030
Kredit Foto: Istimewa
Adapun Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Bidang Perlucutan Senjata, Shen Jian menyebut tuduhan soal pengembangan nuklir rahasia tidaklah berdasar.
"Beijing menentang keras distorsi dan pencemaran berulang terhadap kebijakan nuklir kami oleh negara-negara tertentu," katanya.
Baca Juga: Khamenei Pusing, Iran Dihadapkan Protes Mahasiswa Hingga Ancaman Serangan Amerika Serikat (AS)
Shen menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata nuklir. Ia menyatakan arsenal nuklir negaranya tidak sebanding dengan negara-negara pemilik senjata nuklir terbesar di dunia.
“Tidak adil, tidak masuk akal, dan tidak realistis mengharapkan kami berpartisipasi dalam apa yang disebut perundingan trilateral,” kata Shen.
Sebelumnya, Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Christopher Yeaw mengatakan sebuah stasiun seismik mendeteksi peristiwa yang diduga sebagai ledakan berkekuatan magnitudo 2,75 di 22 Juni 2020. Ledakan tersebut berlokasi sekitar 720 kilometer dari lokasi uji coba Lop Nor di China.
Ia menegaskan data tersebut tidak konsisten dengan aktivitas pertambangan maupun gempa bumi. Menurutnya, karakteristik seismik peristiwa tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan dari uji coba bahan peledak nuklir.
Baca Juga: Trump Mau Luncurkan Tarif Baru, Sejumlah Komoditas Jadi Sasaran Amerika Serikat (AS)
China menurutnya juga kemungkinan menggunakan metode decoupling, yakni meledakkan perangkat dalam dalam rongga bawah tanah besar untuk mengurangi gelombang kejut yang terdeteksi oleh sensor seismik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: