Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Selain faktor geopolitik, pasar juga dibayangi ketidakpastian kebijakan perdagangan dari AS. Negeri Paman Sam mulai memberlakukan tarif impor global sementara sebesar 10%. Namun ketidakpastian kembali menyerang akibat manuver dari Presiden Amerika Serikat, Donald trump.
Baca Juga: Trump Mau Luncurkan Tarif Baru, Sejumlah Komoditas Jadi Sasaran Amerika Serikat (AS)
Trump tengah mengupayakan kenaikan tarif menjadi 15%. Langkah ini memicu kebingungan dalam pasar, terutama setelah pengadilan pekan lalu membatalkan sebagian kebijakan tarif darurat yang diterapkan sebelumnya.
Baca Juga: Iran Diam-diam Borong Ribuan Rudal Rusia Senilai Hampir Rp10 Triliun
Investor kini juga menantikan rilis laporan mingguan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat. Keduanya akan memberikan gambaran terbaru mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan minyak global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar