Kredit Foto: Mandiri Sekuritas
"Negara kita fundamentalnya bagus, story-nya bagus, makro-nya bagus. Coba lihat listed company yang ada di Bursa kita, yang jelek mungkin ada, tapi mostly itu kan bagus semua. Lihat saja balance sheet top 100 company yang listed, bagus semua. Jadi, saya sih yakin dari fundamental-nya bagus, sekarang tinggal gimana kita recover growth-nya, yang tahun lalu itu bagus, tahun ini harus (bagus)," ujar Oki.
Ia menilai mayoritas perusahaan tercatat memiliki kinerja yang cukup kuat. Kondisi neraca keuangan perusahaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas indeks.
Kinerja korporasi yang relatif sehat dianggap memberikan fondasi jangka panjang bagi pasar saham. Hal tersebut membantu mengurangi volatilitas berlebihan.
Selain faktor fundamental, reformasi kebijakan pasar modal juga menjadi perhatian. Upaya peningkatan kualitas pasar dinilai penting untuk menarik investor global.
Bursa Efek Indonesia terus melakukan pembaruan kebijakan untuk meningkatkan daya saing pasar modal nasional. Perubahan aturan diharapkan meningkatkan transparansi dan likuiditas.
Pelaksana tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bursa telah berdiskusi dengan MSCI Inc. dan FTSE Russell. Diskusi tersebut berkaitan dengan peningkatan kualitas pasar modal Indonesia.
Salah satu kebijakan yang memasuki tahap akhir adalah aturan pengungkapan kepemilikan saham di atas satu persen. Kebijakan ini juga mencakup penyediaan data investor yang lebih rinci.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: