Kredit Foto: Fajar Sulaiman
“Risikonya beda, kemudian turnover-nya tinggi. Dan jangka waktunya pendek-pendek. Bisa seminggu, bisa dua minggu, sebulan,” pungkas Dian.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) meminta perbankan agar lebih agresif menurunkan suku bunga kredit untuk mendorong pertumbuhan kredit dan menopang ekspansi ekonomi. Hingga Januari 2026, suku bunga kredit tercatat turun 40 basis poin (bps), dari 9,20% pada awal 2025 menjadi 8,80%.
Baca Juga: OJK Ungkap Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun Bakal Turunkan Suku Bunga Kredit Perbankan
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan ruang penurunan suku bunga kredit masih terbuka seiring pelonggaran kebijakan moneter yang telah dilakukan bank sentral.
“Ke depan, upaya penurunan suku bunga dana dan kredit perbankan masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri