Operasi Besar Dimulai ke Iran, Apa Tujuan AS-Israel dan Apa Dampaknya ke Dunia?
Kredit Foto: Reuters
Pertimbangan Strategis di Balik Keputusan Militer
Pemerintahan Donald Trump dan pemerintah Benjamin Netanyahu secara resmi mengartikulasikan beberapa alasan utama di balik aksi militer tersebut:
-
Mencegah Kemampuan Nuklir yang Dianggap Mengancam
Trump dan para pejabat AS menyatakan operasi ini bertujuan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Trump menyebut upaya Iran memperluas pengayaan uranium ke tingkat yang sangat tinggi dan kemungkinan melahirkan senjata nuklir sebagai ancaman eksistensial bagi sekutu Washington serta keamanan global. -
Menekan Program Rudal Balistik Iran
Selain nuklir, kemampuan misil Iran yang meliputi rudal jarak jauh dianggap mampu menjangkau wilayah Israel, pangkalan militer AS, bahkan wilayah Eropa. AS bertekad menghancurkan kemampuan rudal ini agar potensi ancaman dikurangi secara signifikan. -
Memutus Jaringan Pengaruh Regional Iran
Iran dikenal mendukung kelompok militan di wilayah seperti Lebanon (Hezbollah), Suriah, Irak, dan Yaman. AS dan Israel menilai jaringan dukungan militer ini memperluas konflik proksi (proxy war) dan merusak stabilitas regional. Serangan dimaksudkan juga untuk melemahkan infrastruktur militer dan logistik Iran yang menopang kelompok-kelompok tersebut. -
Mendorong Perubahan Rezim
Trump dalam sejumlah pernyataan menyuarakan bahwa tujuan jangka panjangnya adalah melemahkan rezim yang dinilai berulang kali mendukung kekerasan serta menekan hak asasi di dalam negeri, seraya menyerukan rakyat Iran untuk “mengambil kembali negara mereka”.
Respons Iran dan Potensi Eskalasi
Tak berselang lama pascapenyerangan, Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke target-target Israel utara serta pangkalan militer AS di berbagai negara Teluk seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Konflik ini menimbulkan intersepsi udara oleh militer Israel dan memperkuat kekhawatiran keterlibatan negara ketiga dalam pertempuran.
Baca Juga: Trump Klaim Khamenei Tewas, Menlu Iran Beri Penjelasan
Perang balasan seperti ini meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah, karena keterlibatan langsung negara-negara di Teluk dan militer AS membuka spektrum konfrontasi multi-front. Teritorial udara ditutup di beberapa negara, mengganggu penerbangan sipil dan lalu lintas komersial di kawasan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: