Usai Khamenei Tewas, Trump Buka Peluang Dialog dengan Pemimpin Baru Iran
Kredit Foto: Istimewa
“Kebanyakan dari orang-orang itu sudah tiada. Beberapa orang yang berurusan dengan kami sudah tiada, karena itu adalah pukulan besar, itu adalah pukulan besar,” kata Trump dalam wawancara dengan jurnalis The Atlantic, Michael Scherer.
Trump juga menilai peluang kesepakatan seharusnya dapat dicapai lebih awal. Ia menekankan bahwa waktu yang terlewat membuat situasi semakin kompleks.
“Seharusnya mereka melakukannya lebih awal, Michael. Mereka bisa membuat kesepakatan. Seharusnya mereka melakukannya lebih awal. Mereka bermain terlalu licik,” tambahnya.
Perkembangan ini menempatkan hubungan AS-Iran dalam fase baru setelah bertahun-tahun ketegangan terkait isu keamanan dan kebijakan regional. Transisi kepemimpinan di Teheran membuka ruang dinamika diplomasi yang berbeda dari periode sebelumnya.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Ambil Langkah Darurat Lindungi Ribuan Jamaah Umrah di Tengah Konflik AS - Iran
Para pengamat menilai momentum ini dapat menentukan arah hubungan kedua negara dalam jangka menengah. Stabilitas kawasan Timur Tengah turut dipengaruhi oleh bagaimana proses komunikasi dan suksesi politik di Iran berjalan dalam beberapa pekan ke depan.
Perhatian dunia kini tertuju pada langkah lanjutan dari Washington dan Teheran. Masa transisi pasca-Khamenei menjadi faktor penting dalam membaca peta geopolitik kawasan secara lebih luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: