Kredit Foto: PT Vale Indonesia (INCO)
Director and Chief Project Officer PT Vale Muhammad Asril mengatakan, aktivasi fasilitas tersebut memastikan distribusi material berjalan optimal dan mendukung target produksi proyek.
“Peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis, untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal,” ujar Asril, dikutip pada Senin (2/3/2026).
Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa ditargetkan memproduksi sekitar 300.000 ton limonit per bulan, atau sekitar 9.677 ton per hari.
Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 4 Mwmt, proyek ini dinilai memiliki buffer persediaan yang cukup untuk menjaga konsistensi suplai, dan memitigasi potensi gangguan operasional.
Dari sisi pembangunan fisik, progres konstruksi keseluruhan proyek hingga Januari 2026 telah mencapai 65,76 persen.
Sementara, pembangunan Main Haul Road (MHR) menuju stockpile telah terealisasi sekitar 40 persen, yang akan menjadi jalur utama distribusi material dari tambang ke fasilitas pengolahan dan pelabuhan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: