Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PT Vale Jual Perdana Bijih Nikel IGP Pomalaa

PT Vale Jual Perdana Bijih Nikel IGP Pomalaa Kredit Foto: PT Vale Indonesia (INCO)

IGP Pomalaa dikembangkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis, seiring meningkatnya kebutuhan nikel untuk baterai lithium-ion, khususnya pada kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

Sebelumnya, Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menjelaskan, IGP Pomalaa merupakan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL), dengan progres paling signifikan dibanding dua proyek IGP lainnya yang tengah dikembangkan, yakni Morowali dan Sorowako.

Proyek ini dikembangkan bersama Huayou (Tiongkok) dan Ford Motor Company (Amerika Serikat).

Untuk mendukung pabrik berkapasitas 120 ribu ton per tahun (ktpa) mixed hydroxide precipitate (MHP), PT Vale membutuhkan pasokan sekitar 21 juta ton limonit dan 7 juta ton saprolit per tahun.

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR, Senin (19/1/2026), Bernardus melaporkan dua unit autoclave telah tiba di lokasi, sementara lima unit lainnya dijadwalkan menyusul.

Baca Juga: Sepanjang 2025, Vale Cetak 2 Jutan Ton Produksi dan Penjualan Bijih Nikel

"Jadi, kami harus memulai kegiatan penambangan tahun ini."

"Kemudian, pada Agustus itu paling tidak sudah tersedia stockpile untuk kebutuhan tiga bulan,” jelas Bernardus. (*)

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Bagikan Artikel: