- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Industri Nikel Terancam Kekurangan 100 Juta Ton Ore pada 2026, FINI Minta RKAB Direvisi
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Jadi memang selalu ada gap."
"Nah, sekarang dengan angka yang lebih rendah, tentu risikonya makin besar,” jelasnya.
FINI menghitung kebutuhan tersebut sudah dibagi berdasarkan jenis bijih nikel, yakni sekitar 230 juta ton saprolite dan 120 juta ton limonite, untuk memenuhi kebutuhan smelter yang terus bertambah.
Menurut Arief, kondisi ini berpotensi mengganggu operasional smelter, apabila tidak ada penyesuaian kebijakan.
Sebab, utilisasi pabrik sangat bergantung pada ketersediaan ore secara berkelanjutan.
Meski demikian, regulasi memungkinkan perusahaan mengajukan revisi RKAB kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada periode April hingga Juli.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: