Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Saat ini, Kementerian ESDM bersama DEN sedang menyiapkan pembentukan Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO), yang diharapkan segera memperoleh persetujuan Presiden.
Menurut Satya, percepatan proyek bergantung pada harmonisasi kebijakan lintas sektor, dukungan politik tingkat tinggi, serta sistem pengawasan terpadu—tanpa mengurangi standar keselamatan.
“Percepatan sangat bergantung pada sinkronisasi waktu dan koordinasi kelembagaan, bukan pada pelonggaran standar keselamatan,” ujarnya.
Dari sisi penerimaan publik, survei Universitas Sebelas Maret pada 2021 menunjukkan, 73,72% responden menerima pembangunan nuklir.
Sementara, survei Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mencatat tingkat penerimaan lebih tinggi, yakni 77,53%.
DEN menilai PLTN memiliki sejumlah keunggulan, antara lain emisi karbon rendah, kebutuhan lahan relatif kecil, bersifat andal karena tidak intermiten, serta mampu menjadi pembangkit beban dasar (baseload).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus