Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apa Itu Saham Blue Chip? Alasan Investor Pemula Wajib Tahu

Apa Itu Saham Blue Chip? Alasan Investor Pemula Wajib Tahu Kredit Foto: Sufri Yuliardi

1. Kelebihan Saham Blue Chip

- Harga saham blue chip cenderung lebih stabil dibandingkan saham lapis dua atau tiga.

- Saham jenis ini memberikan penghasilan pasif melalui pembagian dividen yang konsisten.

- Umumnya perusahaan yang masuk dalam kategori blue chip memiliki reputasi yang baik dengan nama besar dan rekam jejak yang memberikan rasa aman bagi investor.

- Saham blue chip lebih mampu bertahan dalam kondisi ekonomi yang bergejolak.

- Saham blue chip biasanya aktif diperdagangkan sehingga mudah dibeli atau dijual.

2. Risiko Saham Blue Chip

- Potensi Pertumbuhan Terbatas

Pertumbuhan harga saham jenis ini tidak secepat saham lapis dua atau tiga karena posisinya yang sudah mapan di pasar saham.

- Harga Relatif Mahal

Untuk membeli saham blue chip dalam jumlah banyak, dibutuhkan modal yang lebih besar.

- Terpengaruh Kondisi Makro

Meski tergolong stabil, saham ini tetap punya potensi turun jika terjadi krisis ekonomi global atau perubahan fundamental perusahaan.

- Dividen Tidak Dijamin

Meskipun perusahaan blue chip umumnya rutin membagikan dividen, hal tersebut tetap bergantung pada kinerja keuangan perusahaan. 

Jika laba menurun atau terjadi tekanan finansial, pembagian dividen bisa saja dikurangi atau bahkan tidak dilakukan.

Baca Juga: Saham BBCA Jatuh ke Bawah Rp7.000, Sentuh Level Terendah dalam Tiga Tahun

Apakah Saham Blue Chip Cocok untuk Pemula?

Secara umum, saham blue chip dianggap cocok untuk pemula karena memiliki karakteristik stabil, fundamental kuat, dan risiko relatif lebih rendah dibandingkan saham lapis dua atau tiga.

Meski demikian, investor pemula tetap perlu memahami kelebihan dan risiko yang melekat pada saham jenis ini. Dengan pertimbangan tersebut, saham blue chip dapat menjadi pilihan awal yang aman bagi pemula untuk belajar berinvestasi sekaligus membangun portofolio jangka panjang.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: