Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

17.447 Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Dipulangkan di Tengah Eskalasi Konflik

17.447 Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Dipulangkan di Tengah Eskalasi Konflik Kredit Foto: Antara/Fauzan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah mencatat kepulangan jemaah umrah Indonesia ke tanah air. Sebanyak 17.447 jemaah telah berhasil dipulangkan di tengah ketegangan konflik Amerika Serikat dan Iran.

Staf Teknis Haji M. Ilham Effendy terus melakukan pengawasan di Bandara Internasional King Abdulaziz. Pihaknya memberikan pendampingan intensif bagi jemaah yang sedang menunggu jadwal penerbangan.

Petugas melakukan pendataan terhadap jemaah yang masih tertahan kepulangannya di Arab Saudi. Koordinasi dilakukan dengan pihak travel dan otoritas bandara untuk mempercepat proses pemulangan.

Data Satgas Bandara mencatat 341 jemaah masih menunggu kepastian jadwal hingga 7 Maret 2026. Para jemaah tersebut menginap sementara di sejumlah hotel di wilayah Jeddah dan Makkah.

Proses pemulangan jemaah dilakukan melalui beberapa maskapai penerbangan besar seperti Saudi Airlines. Garuda Indonesia dan Lion Air juga terlibat aktif dalam memulangkan jemaah ke Indonesia.

Maskapai asal India yaitu IndiGo turut melayani penerbangan kepulangan bagi jemaah umrah. Sebanyak 1.665 jemaah dijadwalkan terbang kembali dari Bandara Jeddah pada tanggal yang sama.

Kantor Urusan Haji memberikan pendampingan khusus bagi jemaah yang masih tertahan di hotel. Tercatat sebanyak 33 jemaah dari salah satu biro perjalanan masih menunggu kepastian di Makkah.

Pemerintah mengupayakan agar jemaah dapat segera pulang tanpa harus membayar biaya tambahan. Ilham menegaskan pentingnya solusi terbaik agar jemaah merasa aman dan nyaman selama proses menunggu.

Baca Juga: Kemenhaj Hadirkan Layanan Terintegrasi Umrah, Semua Proses Bisa dari Asrama

Koordinasi intensif terus dijalankan dengan otoritas Arab Saudi untuk menjamin kelancaran arus pulang. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi gangguan akibat situasi geopolitik yang sedang memanas.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam masa krisis. Informasi resmi terus diperbarui untuk memberikan ketenangan bagi keluarga jemaah di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat