Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pendapatan Pertagas Tembus USD 861 Juta pada 2025, Laba Bersih Naik 21%

Pendapatan Pertagas Tembus USD 861 Juta pada 2025, Laba Bersih Naik 21% Kredit Foto: PT Pertamina Gas (Pertagas)
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Gas (Pertagas) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD 861,51 juta.

Pada periode yang sama, EBITDA perusahaan meningkat 15,9% menjadi USD 427,46 juta, sedangkan laba bersih tumbuh 21,43% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan volume di sejumlah lini bisnis utama perusahaan, termasuk transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, serta distribusi LPG.

Sepanjang 2025, volume transportasi gas tercatat lebih dari 1.500 MMSCFD, meningkat sekitar 4% dibandingkan realisasi 2024. 

Sementara, transportasi minyak mencapai lebih dari 174 ribu barel per hari (BOPD), atau tumbuh sekitar 8%, seiring meningkatnya aktivitas hulu migas dan tambahan pasokan dari sejumlah wilayah produksi.

Pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 BBTUD atau meningkat sekitar 6%, sedangkan produksi LPG mencatatkan pertumbuhan sekitar 5%, dengan volume penyaluran lebih dari 450 ton per hari sepanjang 2025.

Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring mengatakan, capaian tersebut mencerminkan peran perusahaan sebagai operator infrastruktur energi midstream, dalam memastikan distribusi energi berjalan andal dan efisien.

“Sebagai perusahaan infrastruktur midstream, Pertagas berkomitmen memastikan pasokan energi yang andal dari sumber produksi hingga ke berbagai sektor strategis nasional, mulai dari pembangkit listrik dan industri hingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat,” tutur Indra dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Saat ini Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer, serta pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer, yang menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor strategis nasional.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan volume transportasi gas hingga sekitar 1.600 MMSCFD, dan transportasi minyak sebesar 175 ribu BOPD. 

Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal sekitar USD 75 juta, yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur energi serta peningkatan keandalan jaringan.

Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah pembangunan pipa BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer, guna memperkuat sistem logistik energi nasional serta menurunkan biaya distribusi di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Pertagas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan tangki F-6004 LNG Arun di Aceh yang selesai direvitalisasi, untuk memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan.

Baca Juga: Pertagas Borong Penghargaan BPH Migas, Salurkan 536 Ribu MMSCF Gas di 2025

“Inisiatif strategis perusahaan pada 2026 difokuskan pada penguatan infrastruktur energi, peningkatan keandalan operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien."

"Melalui langkah ini, Pertagas berupaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Indra. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus