Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ESDM Jamin Pasokan BBM dan LPG Jawa Bagian Barat Aman Selama RAFI 1447 H

ESDM Jamin Pasokan BBM dan LPG Jawa Bagian Barat Aman Selama RAFI 1447 H Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) dalam kondisi aman, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode, saat meninjau infrastruktur energi strategis PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026). 

"Untuk minyak mentah, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik,” ungkap Laode di sela peninjauan kilang.

Berdasarkan proyeksi periode 9 Maret hingga 1 April 2026, mobilitas masyarakat selama arus mudik diperkirakan mendorong kenaikan konsumsi sejumlah produk energi di wilayah Jawa Bagian Barat. 

Permintaan bensin diproyeksikan meningkat sekitar 9,6 persen, sementara konsumsi LPG diperkirakan naik 2,86 persen, seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga.

Permintaan avtur diperkirakan naik tipis sebesar 0,5 persen, sedangkan kebutuhan BBM industri diproyeksikan meningkat 7,9 persen.

Sebaliknya, konsumsi solar diperkirakan turun hingga 27,3 persen, seiring pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik.

Untuk mengantisipasi dinamika kebutuhan tersebut, PT Pertamina (Persero) menyiagakan berbagai infrastruktur energi di wilayah RJBB, meliputi 1.620 SPBU, 439 Pertashop, 2.331 agen LPG, 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta dua agen minyak tanah.

Selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI), Pertamina juga menyiapkan sejumlah layanan tambahan.

Di antaranya 427 SPBU yang beroperasi 24 jam, 2.180 agen LPG siaga, 18 titik layanan BBM dan Kios Pertamina Siaga, serta 52 unit Motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS).

Disiagakan pula 62 mobil tangki di area SPBU dan 11 titik Serambi MyPertamina, yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas istirahat bagi pemudik.

Peran Strategis Kilang Balongan

Ketahanan pasokan energi di wilayah Jawa Bagian Barat dan DKI Jakarta juga sangat bergantung pada kinerja Kilang Pertamina Unit VI Balongan.

Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan sebesar 150 ribu barel per hari (MBSD) dengan Indeks Kompleksitas Nelson 11,9, menjadikannya salah satu kilang dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia.

Produk yang dihasilkan Kilang Balongan terdiri dari bahan bakar khusus (BBK) sebesar 52 persen, BBM 26 persen, serta produk non-BBM seperti LPG, avtur, dan propylene sebesar 12 persen.

Sebanyak 82 persen dari total produksi tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, melalui jaringan distribusi pipa.

Baca Juga: Impor Minyak Mentah RI Mayoritas dari Afrika

"Produk dari kilang Balongan ini dikirim melalui saluran pipa langsung ke Depo Plumpang."

"Jadi posisinya sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Jawa bagian barat sampai dengan DKI,” papar Laode. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus