Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil: Dua Kargo LPG dari Australia Tiba Pekan Ini

Bahlil: Dua Kargo LPG dari Australia Tiba Pekan Ini Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut dua kapal kargo liquefied petroleum gas (LPG) dari Australia, dijadwalkan tiba pada akhir pekan ini, untuk memperkuat pasokan energi nasional periode Ramadan dan menghadapi perayaan Idulfitri 1447 H.

“Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia."

"Itu untuk LPG,” kata Bahlil dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Selain dua kargo tersebut, pemerintah juga menjadwalkan tambahan kedatangan LPG untuk menjaga stabilitas pasokan selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Setelah pengiriman pada akhir pekan ini, satu kargo LPG dijadwalkan masuk pada 4 Maret dan satu kargo lainnya pada 8 Maret.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan LPG nasional saat ini sebagian besar masih dipenuhi melalui impor.

Dari total impor sekitar 7,6 juta ton per tahun, sekitar 70–75% berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20% dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dari sejumlah negara lain termasuk Australia.

“Total LPG kita dari 100% sekitar 7,6 juta ton impor itu 70 sampai 75% kita ambil dari Amerika, sekitar 20% dari Middle East dan sisanya dari negara lain seperti Australia,” ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, terus memantau dinamika pasokan energi global untuk memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.

Di sisi lain, Bahlil memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada di atas batas minimal ketahanan energi yang ditetapkan pemerintah.

Untuk Pertalite RON 90, cadangan tercatat mencapai 24,39 hari.

Sementara, cadangan Pertamax RON 92 sekitar 28 hari dengan batas minimal 19 hari, dan BBM jenis RON 98 sekitar 31 hari.

Adapun cadangan solar subsidi tercatat sekitar 16,41 hari, atau masih berada di atas batas minimal nasional.

Untuk avtur, ketahanan pasokan mencapai sekitar 38 hari, sementara minyak tanah dipastikan dalam kondisi aman.

Menurut Bahlil, pemerintah juga melakukan langkah pengamanan pasokan minyak mentah melalui diversifikasi sumber impor dan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok.

“Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama sekitar 40 hari, kalau dari Middle East itu 2 sampai 3 minggu."

"Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang,” tutur Bahlil.

Baca Juga: ESDM Jamin Pasokan BBM dan LPG Jawa Bagian Barat Aman Selama RAFI 1447 H

Ia menegaskan, pemerintah terus melakukan langkah antisipatif untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.

“Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insyaallah aman,” ucap Bahlil. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus