Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jepang Siap Kirim Pasukan Militer ke Selat Hormuz, Demi Amankan Jalur Minyak Dunia

Jepang Siap Kirim Pasukan Militer ke Selat Hormuz, Demi Amankan Jalur Minyak Dunia Kredit Foto: Asia Times
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Jepang membuka opsi mengerahkan pasukan militer untuk operasi penyapuan ranjau (minesweeping) di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, jika tercapai gencatan senjata dalam konflik Amerika Serikat–Israel melawan Iran.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan opsi tersebut masih bersifat hipotetis dan akan dipertimbangkan hanya jika situasi memungkinkan, termasuk adanya ancaman ranjau laut yang menghambat pelayaran.

“Jika terjadi gencatan senjata penuh, secara hipotetis, maka hal seperti penyapuan ranjau bisa menjadi opsi,” kata Motegi. “Ini murni hipotetis, tetapi jika gencatan senjata tercapai dan ranjau laut menjadi hambatan, maka itu bisa dipertimbangkan.”

Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Jepang terhadap keamanan jalur energi utama. Sekitar 90% impor minyak Jepang melewati Selat Hormuz, yang saat ini terdampak konflik dan pembatasan akses oleh Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak global. Gangguan di wilayah tersebut telah memicu lonjakan harga minyak dunia dan mendorong sejumlah negara, termasuk Jepang, melepaskan cadangan minyak strategis untuk menjaga stabilitas pasokan domestik.

Motegi menegaskan pemerintah Jepang belum memiliki rencana langsung untuk mengamankan jalur khusus bagi kapal-kapal Jepang yang tertahan. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan seluruh kapal dapat melintas secara aman di perairan sempit tersebut.

Tokyo menghadapi keterbatasan dalam pengerahan militer ke luar negeri akibat konstitusi pasifis pasca-Perang Dunia II. Meski demikian, undang-undang keamanan tahun 2015 memungkinkan penggunaan Pasukan Bela Diri Jepang di luar negeri jika situasi mengancam kelangsungan negara dan tidak ada alternatif lain.

Di tengah ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Motegi terkait kemungkinan membuka akses bagi kapal yang terkait dengan Jepang untuk melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Kena Dampak Perang Iran, Eropa dan Jepang Nyatakan Siap Berkontribusi Amankan Selat Hormuz

Baca Juga: Trump Minta China hingga Jepang Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Baca Juga: China Lagi Ketakutan, Ini Alasan Beijing Lakukan Pembatasan Ekspor ke Jepang

Tekanan terhadap Jepang juga datang dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Washington pekan lalu mendesak Tokyo meningkatkan peran dalam menjaga keamanan jalur tersebut, termasuk melalui pengiriman kapal perang.

Takaichi menyatakan telah menjelaskan kepada Trump batasan dukungan yang dapat diberikan Jepang sesuai kerangka hukum domestik, termasuk terkait keterlibatan militer di kawasan konflik.

Situasi di Selat Hormuz kini memasuki pekan keempat sejak eskalasi konflik, dengan risiko gangguan pasokan energi global yang semakin meningkat dan mendorong negara-negara konsumen utama mempertimbangkan berbagai langkah pengamanan jalur distribusi minyak.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: