Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan rencana pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah ancaman terbatasnya pasokan minyak mentah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Airlangga menjelaskan, kebijakan WFH akan difokuskan pada sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.
"ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi yang tidak, bukan pelayanan publik," ujar Airlangga dikutip Senin (23/3/2026).
Baca Juga: Soal Wacana WFH 1 Hari Seminggu, Purbaya Sebut Bisa Pangkas 20% Konsumsi BBM
Meski demikian, ia menegaskan bahwa implementasi teknis kebijakan tersebut masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri. Pembahasan intensif rencananya akan dilakukan setelah masa libur Lebaran.
"WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan melakukan," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kebijakan WFH satu hari dalam sepekan mulai diterapkan setelah Lebaran, namun hanya berlaku untuk sektor tertentu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: