Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga BBM Meroket, GrabCab Ikut Naikkan Tarif Sementara Hingga Mei 2026

Harga BBM Meroket, GrabCab Ikut Naikkan Tarif Sementara Hingga Mei 2026 Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Grab Singapura melalui layanan GrabCab akan menaikkan tarif taksi berargo secara sementara, mulai 30 Maret hingga 31 Mei 2026, sebagai langkah membantu pengemudi menghadapi lonjakan biaya bahan bakar.

Dikutip dari Channel News Asia, kebijakan ini berlaku untuk seluruh perjalanan taksi berargo, baik yang dihentikan di jalan maupun dipesan melalui aplikasi Grab.

Penyesuaian dilakukan pada komponen jarak tempuh dan waktu tunggu.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya dukungan yang lebih luas untuk memastikan pengemudi kami dapat terus beroperasi secara berkelanjutan, sementara harga bahan bakar tetap berfluktuasi,” jelas pihak Grab, dikutip pada Rabu (25/3/2026).

Perusahaan menegaskan, kenaikan tarif dirancang agar memberikan tambahan pendapatan langsung bagi pengemudi di setiap perjalanan yang mereka lakukan.

“Meskipun tarif individu bervariasi, GrabCab telah menyesuaikan hal ini untuk memberikan bantuan langsung kepada pengemudi setiap kilometer yang mereka tempuh,” imbuh Grab.

Dalam skema baru, tarif per unit naik menjadi S$0,27 dari sebelumnya S$0,26.

Tarif ini dikenakan setiap 400 meter (untuk jarak 1–10 km), setiap 350 meter (setelah 10 km), atau setiap 45 detik waktu tunggu.

Sementara, tarif awal tetap tidak berubah, yakni S$4,60 untuk taksi empat penumpang dan S$4,80 untuk enam penumpang.

Dampaknya terhadap penumpang relatif kecil. Untuk perjalanan jarak pendek sekitar 4 km, biaya tambahan diperkirakan hanya sekitar S$0,08.

Sementara, perjalanan menengah 12 km naik sekitar S$0,28, dan perjalanan panjang 30 km bertambah sekitar S$0,80.

Menurut Grab, langkah ini merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya dalam membantu pengemudi, termasuk pemberian voucher bahan bakar.

"Perhitungan biaya bagi pengemudi kami telah berubah dengan cepat seiring dengan kenaikan harga bahan bakar di SPBU."

"Setelah voucher bahan bakar yang kami bagikan minggu lalu, 'pengisian ulang' berdasarkan meteran ini merupakan langkah selanjutnya yang diperlukan untuk memastikan biaya tambahan yang dihadapi pengemudi sebagian diimbangi oleh setiap perjalanan yang mereka selesaikan," papar juru bicara GrabCab.

Baca Juga: Grab Siapkan 105 Paket Umrah Gratis Senilai Rp5 Miliar untuk Mitra Pengemudi Berprestasi

Perusahaan juga menyatakan akan terus memantau kondisi pasar dan mempertimbangkan langkah tambahan untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi di tengah kondisi yang tidak menentu.

Per Januari 2026, terdapat sekitar 345 armada GrabCab yang beroperasi. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Tag Terkait: