Kredit Foto: Setkab
Pemerintah mulai merumuskan paket stimulus ekonomi dan penyesuaian kebijakan sektor energi di tengah tekanan global yang meningkat, menyusul volatilitas harga dan ketidakpastian pasokan energi dunia. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan rapat tersebut difokuskan pada penyusunan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus merespons dinamika sektor energi global.
“Rapat koordinasi lintas kementerian ini membahas penyesuaian kebijakan sektor energi dan perumusan stimulus ekonomi untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi nasional di tengah tekanan global,” ujar Teddy, mengutip akun instagram @sekretariat.kabiinet, Rabu (25/3/2026).
Rapat yang digelar secara virtual tersebut diikuti sejumlah menteri terkait, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta jajaran kementerian pendidikan.
Pembahasan difokuskan pada langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi dampak ketidakpastian energi global yang berpotensi memicu tekanan inflasi, gangguan pasokan, serta perlambatan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: WFH 1 Hari per Minggu Masih Tunggu Restu Prabowo
Baca Juga: Minyak Melambung, Pemerintah Siapkan Rp881 T Antisipasi Lonjakan Subsidi Energi
Baca Juga: Hari Jumat jadi Pertimbangan Pemerintah untuk Terapkan WFH Demi Hemat Energi
Dalam forum tersebut, pemerintah mengkaji berbagai opsi kebijakan penyesuaian sektor energi, termasuk strategi menjaga keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi sebagai langkah mitigasi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal.
“Berbagai pandangan strategis dari kementerian dan lembaga menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang adaptif dan terkoordinasi,” kata Teddy.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: