Bantu Ukraina, Inggris Putuskan Kerahkan Tentara untuk Hadapi Kapal 'Shadow Fleet' Rusia
Kredit Foto: Istimewa
Inggris memberikan lampu hijau untuk tentaranya guna menaiki dan menahan kapal-kapal yang diduga menjadi bagian dari “shadow fleet” milik Rusia. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan dukungan terhadap Ukraina.
Dikutip dari Reuters, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan izin kepada militer untuk menaiki dan menahan kapal-kapal yang digunakan untuk mengekspor minyak guna menghindari sanksi oleh Rusia.
Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Diam-diam Memeras Amerika Serikat Lewat Konflik Iran
Starmer mengatakan keputusan agresif tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak global akibat konflik di Timur Tengah. Ia menilai bahwa kenaikan harga komoditas itu telah menguntungkan pihak dari Moskow di Eropa Timur.
“Itulah mengapa kami akan menindak shadow fleet ini lebih keras, tidak hanya untuk menjaga keamanan kami tetapi juga untuk memotong keuntungan kotor yang mendanai perang,” ujarnya.
Kini, Inggris menyatakan bahwa aparat militer dan penegak hukum telah dipersiapkan untuk ,enaiki kapal yang menolak berhenti, menindak kapal yang bersenjata atau menggunakan teknologi penghindaran dan menjerat pemilik dan operator dengan proses hukum yang berlaku di Inggris.
Kapal-kapal yang menjadi incaran ini adalah kapal-kapal yang sering beroperasi dengan struktur kepemilikan yang tidak transparan dan digunakan untuk menghindari pembatasan ekspor minyak dari Rusia.
Menurut Stammer, sekitar tiga perempat ekspor minyak mentah dari negara itu diangkut oleh jaringan shadow fleet tersebut, menjadikannya target strategis dalam upaya melemahkan kemampuan finansial dari Moskow.
Selain isu geopolitik, kapal-kapal ini juga menimbulkan kekhawatiran lingkungan karena banyak menggunakan kapal tua, ,inim regulasi keselamatan dan berisiko tinggi mengalami kebocoran atau tumpahan minyak yang dapat membahayakan lingkungan, khususnya di Selat Inggris.
Pengumuman ini disampaikan menjelang pertemuan Joint Expeditionary Force di Helsinki. Inggris di sana akan mendorong koordinasi lebih erat antarnegara blok euro dalam menyita kapal-kapal tersebut.
Adapun di Eropa Timur, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporkan bahwa terdapat upaya pemerasan dari Rusia ke Amerika Serikat. Moskow menurutnya tengah menawarkan kesepakatan penghentian berbagi intelijen ke Iran. Sebaliknya, Amerika Serikat diminta untuk menghentikan pemberian dukungan intelijen Washington ke Ukraina.
Ukraina sendiri tengah berupaya menahan ofensif musim semi terbaru dari Rusia. Hal ini menyusul mandeknya perundingan damai yang didukung Amerika Serikat. Kiev diketahui akan memanfaatkan keberhasilan taktis terbaru serta inovasi dalam medan perang seperti serangan jarak menengah.
Fokus dari kampanye yang telah lama diantisipasi ini adalah apa yang disebut sebagai “Sabuk Benteng” (Fortress Belt). Ia merupakan rangkaian kota yang dipertahankan secara ketat di Timur Donetsk, Ukraina.
Baca Juga: BlackRock Peringatkan Ancaman Resesi Global Jika Iran Tetap Jadi Ancaman di Timur Tengah
Rusia dalam sepekan terakhir sudah melancarkan serangan berskala batalion di Timur Sloviansk, Pokrovsk dan Kostiantynivka. Hal itu dilakukan dengan tujuan menciptakan kondisi bagi ofensif yang lebih luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: