Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Klaim Iran Ingin Damai: Mereka Takut Dibunuh Rakyatnya dan Amerika Serikat

Trump Klaim Iran Ingin Damai: Mereka Takut Dibunuh Rakyatnya dan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat mengklaim bahwa kesepakatan damai akan segera tercapai dengan Iran. Hal ini menyusul sejumlah tekanan dari Washington. Namun hal tersebut dibantah oleh Teheran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan akan segera tercapai untuk mengakhiri hampir empat pekan konflik yang berlangsung di Timur Tengah.

Baca Juga: Konflik Iran-Amerika Serikat, Blokade Selat Hormuz Dicap Terorisme Ekonomi

Trump mengklaim para pemimpin musuh sebenarnya sedang bernegosiasi dan sangat ingin mencapai kesepakatan, namun takut untuk mengakuinya secara terbuka.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi takut mengatakannya karena bisa dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Mereka juga takut akan kami,” ujar Trump, dikutip dari Reutersi.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Ia menegaskan bahwa tidak ada dialog atau negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Yang terjadi menurutnya hanyalah pertukaran pesan melalui negara-negara perantara.

“Pesan yang disampaikan melalui negara sahabat dan respons kami bukanlah negosiasi. Itu hanya pertukaran pesan,” kata Araghchi.

Meski tidak ada pembicaraan resmi, kedua pihak diketahui tetap berkomunikasi melalui mediator, menunjukkan adanya jalur diplomasi tidak langsung di tengah konflik. Namun, belum jelas siapa pihak yang menjadi negosiator dalam proses tersebut, terutama karena struktur kepemimpinan yang belum jelas dari Iran.

Diketahui, Amerika Serikat baru-baru ini menyebut bahwa pembicaraan negosiasi damai masih berlangsung dengan Iran. Washington menyebut bahwa pembicaraan bersifat produktif dan bisa berujung kesepakatan dengan Teheran.

Menurut laporan, proposal ini sendiri berisi lima belas poin yang telah diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan, proposal terkait menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.

Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Diam-diam Memeras Amerika Serikat Lewat Konflik Iran

Iran sendiri dilaporkan masih meninjau proposal untuk mengakhiri konflik dengan Israel dan Amerika Serikat. Sebelumnya, Teheran memberikan respons yang negatif dan menyatakan tidak ada negosiasi dengan Washington.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar