Amerika Serikat Pertama Kali Luncurkan Kapal Tanpa Awak, Sangat Diandalkan di Iran
Kredit Foto: Reuters
Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengonfirmasi penggunaan kapal drone tanpa awak (uncrewed surface vessels) dalam operasi militer aktif melawan Iran. Hal ini menandai eskalasi penggunaan teknologi otonom baru dalam konflik modern.
Dikutip dari Reuters, Juru Bicara Pentagon untuk Komando Pusat, Tim Hawkins menyatakan bahwa pihaknya telah mengoperasikan kapal tanpa awak jenis Global Autonomous Reconnaissance Craft (GARC).
Baca Juga: 10 Hari Diberikan, Amerika Serikat Janji Stop Hancurkan Fasilitas Iran
Kapal drone tersebut memiliki kemampuan multifungsi, mulai dari pengawasan (surveillance) hingga potensi digunakan sebagai senjata serangan langsung (kamikaze).
Penggunaan Global Autonomous Reconnaissance Craft sebelumnya belum pernah dilaporkan secara resmi, terutama dalam konteks konflik aktif. Adapun teknologi tersebut dikembangkan oleh perusahaan berbasis Maryland, BlackSea.
Sebelumnya, U.S. Navy kesulitan dalam membangun armada drone laut mengalami keterlambatan akibat masalah teknis, pembengkakan biaya, serta kegagalan dalam pengujian. Namun demikian, teknologi ini tetap menjadi prioritas strategis, terutama sebagai alternatif yang lebih murah dan cepat dibanding kapal perang berawak.
Menurut Hawkins, drone laut yang dikembangkannya telah digunakan dalam patroli maritim dalam kawasan dari Timur Tengah. Ia juga digunakan untuk mendukung operasi militer dari Amerika Serikat.
“Pasukan Amerika Serikat terus menggunakan sistem tanpa awak, termasuk drone permukaan seperti GARC,” ujarnya.
Pentagon sendiri tidak mengungkap sistem tanpa awak lain yang turut digunakan dalam operasi tersebut. Namun penggunaan drone laut semakin menjadi tren dalam peperangan modern usai terjadinya perang dari Rusia-Ukraina.
Kiev diketahui telah berhasil memanfaatkan kapal drone bermuatan bahan peledak untuk menyerang armada laut dari Rusia di Laut Hitam.
Di Timur Tengah, Iran juga dilaporkan telah menggunakan drone laut untuk menyerang kapal tanker minyak, setidaknya dua kali sejak meningkatnya konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Gedung Putih: Trump Siap Hantam Iran Lebih Keras Jika Tak Mengaku Kalah dari Amerika Serikat
Penggunaan drone kapal tanpa awak ini menandai perubahan signifikan dalam strategi militer global. Ke depan, penggunaan teknologi otonom dalam militer diperkirakan akan semakin meluas dan menjadi faktor utama dalam konflik modern.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: