Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba AMAG Anjlok 41%, Beban Klaim Jadi Biang Kerok

Laba AMAG Anjlok 41%, Beban Klaim Jadi Biang Kerok Kredit Foto: Asuransi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) mencatat penurunan laba bersih sepanjang 2025 di tengah peningkatan premi dan pertumbuhan aset, seiring kenaikan beban klaim dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp156,49 miliar, turun 41% dibandingkan Desember 2024 yang mencapai Rp265,24 miliar. Penurunan ini terjadi meskipun kinerja premi menunjukkan pertumbuhan.

Total premi yang dibukukan perusahaan meningkat 11,48% menjadi Rp2,87 triliun pada 2025, dari Rp2,58 triliun pada 2024. Kenaikan premi tersebut mencerminkan ekspansi bisnis yang masih berjalan, terutama di tengah dinamika industri asuransi umum.

Namun, dari sisi beban klaim juga mengalami peningkatan sebesar 2,47% menjadi Rp1,17 triliun pada 2025, dibandingkan Rp1,14 triliun pada 2024.

Sementara itu, pada Desember 2024 perusahaan mencatat hasil underwriting sebesar Rp872,36 miliar yang menjadi penopang kinerja laba pada periode tersebut.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat tumbuh 17% menjadi Rp5,75 triliun pada 2025, dibandingkan Rp4,91 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan ekuitas sebesar 18% menjadi Rp2,17 triliun pada 2025, dari Rp1,84 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa 2026 Diproyeksi Mandek, Ini Penyebabnya

Baca Juga: Aturan Baru RBC Asuransi, AAJI Ungkap Tingkatkan Transparansi Asuransi

Baca Juga: Industri Asuransi RI Kena Imbas Perang AS-Iran, Ini Lini Paling Terdampak

Dari sisi investasi, perusahaan mencatat penurunan sebesar 7,54% menjadi Rp134,59 miliar pada 2025, dibandingkan Rp145,57 miliar pada 2024.

Secara keseluruhan, kinerja keuangan PT Asuransi Multi Artha Guna menunjukkan pertumbuhan pada premi, aset, dan ekuitas, meskipun laba bersih mengalami tekanan akibat peningkatan beban klaim.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri