Trump Secara Terbuka Mengakui Ingin Kuasai Ladang Minyak Milik Iran
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk menguasai cadangan minyak Iran.
Trump bahkan mengisyaratkan rencana militer AS untuk merebut Pulau Kharg, fasilitas vital yang menangani lebih dari 90 persen ekspor minyak Iran.
Dikutip dari Financial Times, Trump ingin menyamakan rencananya ini dengan langkah AS mengambil alih industri minyak Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Januari 2026 lalu.
"Sejujurnya, hal yang paling saya sukai adalah mengambil alih minyak di Iran," kata Trump.
Ia mengklaim bahwa militer AS bisa merebut Pulau Kharg dengan sangat mudah karena minimnya pertahanan dari militer Iran.
Ancaman pengambilalihan ladang minyak ini berbarengan dengan eskalasi militer AS di Timur Tengah. Menurut laporan The Wall Street Journal, Trump juga tengah mempertimbangkan operasi militer khusus untuk menyita sekitar 450 kilogram uranium dari Iran. Langkah ini disebut akan dijadikan syarat mutlak bagi AS untuk mengakhiri perang.
Untuk mendukung manuver tersebut, Pentagon dilaporkan sedang mengerahkan hingga 10.000 pasukan darat tambahan. Komando Pusat AS (CENTCOM) bahkan telah mengonfirmasi bahwa lebih dari 3.500 personel militer, termasuk 2.500 marinir, telah tiba di Timur Tengah pada Sabtu (28/3).
Di tengah rentetan ancaman dan pengerahan pasukan, Trump justru mengklaim bahwa jalur diplomasi masih terbuka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement